Narasi buku ini berawal dari rasa penasaran penulis saat berada di daerah perbatasan Afghanistan, di mana para penduduk desa lokal yang miskin hanya bisa memandangi kehidupan modern di seberang sungai yang sudah masuk wilayah "luar negeri". Fantasi dan ironi realitas tersebut membawa Agustinus melakukan perjalanan darat solo (backpacking) yang menantang melintasi lima negara bekas pecahan Uni S…